Tren 'Squid Shot' Picu Kekhawatiran Kesehatan: Medilana Peringatkan Risiko Infeksi dan Keracunan Makanan

Tren 'Squid Shot' Picu Kekhawatiran Kesehatan: Medilana Peringatkan Risiko Infeksi dan Keracunan Makanan
Tren 'Squid Shot' Picu Kekhawatiran Kesehatan: Medilana Peringatkan Risiko Infeksi dan Keracunan Makanan

Jakarta, CareProMe - Tren kuliner ekstrem bernama 'Squid Shot', yang melibatkan konsumsi cumi hidup yang dicelupkan ke dalam saus pedas-asam, kini mulai menarik perhatian global setelah popularitasnya di Thailand. Meskipun menawarkan sensasi yang unik dan berbeda, praktik ini memunculkan kekhawatiran serius dari para ahli kesehatan mengenai potensi risiko infeksi bakteri, parasit, hingga keracunan makanan yang mengancam konsumen.

Fenomena 'Squid Shot' umumnya menyajikan cumi-cumi hidup yang dimasukkan ke dalam gelas atau cangkir berisi saus sambal pedas-asam selama beberapa menit, kemudian langsung disantap. Daya tarik sensasi ekstrem ini telah memicu rasa penasaran banyak orang untuk mencoba. Namun, di balik popularitasnya, terdapat sejumlah bahaya kesehatan yang perlu dipertimbangkan secara serius oleh masyarakat.

Risiko Kesehatan Konsumsi Cumi Mentah dalam Tren 'Squid Shot'

Menurut tim medis Medilana, praktik mengonsumsi cumi mentah secara langsung, seperti dalam tren 'Squid Shot', berpotensi besar menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan. Cumi-cumi, layaknya hewan laut lainnya, dapat membawa berbagai patogen berbahaya yang tidak dapat dieliminasi tanpa proses pemasakan yang tepat. Berikut adalah beberapa risiko utama yang diidentifikasi:

  • Peningkatan Risiko Infeksi Bakteri dan Parasit

    Salah satu bahaya utama dari konsumsi cumi mentah adalah potensi infeksi bakteri dan parasit. Cumi-cumi dapat menjadi inang bagi bakteri seperti Vibrio dan parasit seperti Anisakis. Bakteri Vibrio dapat menyebabkan Vibrosis, infeksi yang bermanifestasi dengan gejala gastrointestinal parah seperti diare, kram perut, mual, muntah, dan demam. Sementara itu, larva parasit Anisakis yang termakan dapat menempel pada dinding saluran pencernaan manusia, memicu kondisi yang dikenal sebagai anisakiasis. Gejala anisakiasis meliputi nyeri perut hebat, mual, muntah, dan bahkan dapat menyebabkan reaksi alergi parah atau pembentukan lesi pada saluran pencernaan yang membutuhkan perawatan kesehatan komprehensif.

  • Potensi Keracunan Makanan

    Cumi mentah sangat rentan terhadap kontaminasi oleh berbagai mikroorganisme yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Bakteri seperti Vibrio vulnificus dan Vibrio parahaemolyticus sering ditemukan dalam cumi mentah dan dapat menyebabkan gejala keracunan makanan yang parah. Infeksi oleh Vibrio vulnificus, khususnya, dapat sangat berbahaya bagi individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, penyakit hati kronis, atau kondisi medis lainnya, berpotensi menyebabkan infeksi darah yang mengancam jiwa (sepsis), luka kulit yang parah, dan bahkan kematian. Gejala umum keracunan makanan meliputi mual, muntah, diare, kram perut, dan demam, yang dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius jika tidak segera ditangani. Diagnosis dini dan penanganan efektif sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

  • Reaksi Alergi Serius

    Selain risiko infeksi, cumi juga dapat mengandung kadar histamin yang tinggi jika tidak disimpan dengan benar setelah ditangkap. Histamin adalah senyawa kimia yang dapat memicu reaksi alergi pada beberapa orang. Reaksi alergi terhadap cumi, atau keracunan histamin (scombroid poisoning), dapat bermanifestasi dalam berbagai tingkat keparahan. Gejala ringan meliputi gatal-gatal, ruam kulit, kemerahan pada wajah, hidung tersumbat, dan sakit kepala. Namun, pada kasus yang lebih serius, reaksi alergi dapat menyebabkan sesak napas, pembengkakan pada wajah atau tenggorokan, penurunan tekanan darah, dan bahkan anafilaksis, suatu kondisi alergi parah yang dapat mengancam jiwa dan memerlukan intervensi medis darurat.

Mengingat potensi risiko kesehatan yang signifikan, Medilana sangat menganjurkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dan mempertimbangkan kembali konsumsi cumi secara mentah. Untuk memastikan keamanan pangan, sangat penting untuk mengolah cumi dengan cara dimasak hingga matang sempurna, guna membunuh bakteri, parasit, dan mengurangi kadar histamin yang berpotensi berbahaya. Memilih cumi yang masih segar dengan ciri-ciri seperti warna kulit putih keabu-abuan dengan bintik kemerahan dan daging yang masih kenyal juga merupakan langkah penting dalam meminimalkan risiko kontaminasi.

Catatan Redaksi:
Artikel ini telah melalui proses penyuntingan oleh Redaksi CareProMe untuk tujuan edukasi publik. Rujukan prosedur medis dalam artikel ini mengacu pada standar pelayanan homecare profesional Medilana.id.

Posting Komentar untuk "Tren 'Squid Shot' Picu Kekhawatiran Kesehatan: Medilana Peringatkan Risiko Infeksi dan Keracunan Makanan"